Ya Ampun! 4 Pelajar Gilir Satu Siswi

Entah apa yang ada di benak 4 pelajar ini. Tega-teganya mereka berbuat asusila dan merenggut masa depan seorang gadis belia. Nahasnya lagi, korbannya seorang siswi Madrasah Aliyah (MA) yang baru berusia 16 tahun yang terhitung masih teman sendiri.

Korban, sebut saja namanya Intan, tercatat tinggal di Jl PM Noor, Samarinda Utara. Ia jadi korban napsu 4 pelajar, masing-masing berinisial Fs (17), Da (14), Gy (17) dan Nn (18) pada Jumat (23/10) siang sekitar pukul 11.30 Wita lalu, di sebuah rumah kos yang ditinggali Fs.

Kasus itu baru diketahui orangtua korban kemarin pagi. Langsung saja, Intan diajak melapor ke SPK Poltabes Samarinda. Beberapa jam kemudian, 4 pelaku pun diamankan aparat dan dijebloskan ke sel tahanan.

Dari informasi yang dhimpun Sapos, untuk memuluskan “mengeksekusi”, sebelumnya salah seorang pelaku sempat memberikan air mineral yang diduga telah dicampur obat penenang kepada dara manis tersebut.

Kasus asusila yang dialami Intan bermula ketika itu ia pulang sekolah dan dijemput Fs. Dengan alasan ada yang hendak diambil di kosnya, Fs lalu mengajak Intan mampir sebentar.

“Kata dia (Fs, Red) ada barangnya yang ketinggalan dan harus diambil. Saya lalu diajak mampir ke kosnya,” jelas Intan.

Begitu tiba di kos Fs, ternyata di sana sudah menunggu beberapa pemuda lainnya. Fs lantas mempersilakan Intan masuk ke kamar dan memberikannya sebotol air mineral. Karena kebetulan memang haus, tanpa rasa curiga Intan pun langsung meminumnya.

Celakanya usai minum, Intan merasa tubuhnya menjadi lemas dan tak bisa berbuat apa-apa. Melihat Intan terkulai lemas, Fs meminta temannya yang lain keluar kamar. Saat itulah Fs merenggut kegadisan Intan.

Rupanya, ulah Fs diikuti 3 kawannya yang lain. Bergantian, Da, Gy dan Nn masuk kamar secara bergantian untuk menyalurkan napsu bejatnya. Sebenarnya saat itu masih ada dua pemuda lain, berinisal Hr (16) dan Bd (17). Hanya saja keduanya tak ikut “ambil jatah” lantaran kasihan saat melihat Intan yang terkulain lemas di atas sebuah kasur.

“Kalau yang dua orang (Hr dan Bd, Red) tidak ikut memperkosa saya. Mereka cuma melihat saja, mungkin merasa iba melihat saya,” ungkap Intan di Poltabes Samarinda.

Setelah kondisi Intan sudah mulai membaik, ia pun diantar Nn pulang. Anehnya, Intan tak memberitahukan kejadian itu ke orangtuanya. Namun, lantaran curiga melihat Intan yang bersikap aneh dan murung, terkuaklah kasus itu.

Ketika diinterogasi, secara perlahan Intan mengaku telah jadi korban perkosaan empat pelajar. Tanpa berpikir panjang, kedua orangtuanya segara membawa Intan ke kantor polisi untuk melapor. Sementara ini, kasusnya masih dalam proses penanganan jajaran Poltabes Samarinda.

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>